Klaim ini sahih secara data BPS, namun apakah realitasnya benar membaik? Jika ditelisik lebih dalam, jumlah pengangguran absolut justru naik ke 7,28 juta orang. Artinya, persentase yang terlihat “turun” ternyata menutupi fakta bahwa masyarakat masih sulit mendapatkan pekerjaan layak.
PHK Massal: Ekonomi Tumbuh, Tapi Pekerjaan Hilang
Fenomena PHK 2025 menjadi ironi tersendiri. Lebih dari 26 ribu pekerja kehilangan pekerjaan hingga Mei 2025, meski ekonomi tumbuh dan ekspor meningkat. Banyak dari mereka bukan pekerja baru, melainkan karyawan lama yang sebelumnya dianggap aman. Kondisi ini membuat pasar kerja semakin sesak: tenaga kerja baru sulit masuk, sementara pekerja lama pun tidak lepas dari ancaman.
Sektor Industri: Tumbuh Tanpa Menyerap Tenaga Kerja
Harapan bahwa industri manufaktur akan menjadi mesin pencipta kerja ternyata tidak terwujud. Akibatnya, penciptaan lapangan kerja tidak sebanding dengan lonjakan angkatan kerja baru yang mencapai 3,67 juta orang per tahun.
Investasi Masuk, Tapi Lapangan Kerja Tidak Merata
Memasuki 2025, arus investasi asing dan domestik memang meningkat, namun dampaknya terhadap tenaga kerja belum signifikan. Sebaliknya, sektor UMKM dan manufaktur ringan—yang bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja—sering kekurangan dukungan. Akibatnya, pengangguran terselubung meningkat: banyak orang hanya dapat kerja paruh waktu atau di sektor informal dengan pendapatan rendah.
Jurang Antara Klaim Pemerintah dan Realitas Lapangan
Secara statistik, klaim pemerintah memang terlihat optimis: angka pengangguran persentase rendah, ekspor naik, investasi bertambah. Namun di balik itu, jutaan masyarakat menghadapi kenyataan pahit: upah stagnan, kontrak kerja tidak pasti, dan kesempatan kerja terbatas. Jurang persepsi ini semakin lebar antara narasi resmi pemerintah dengan pengalaman sehari-hari rakyat.
Pertumbuhan Ekonomi Harus Nyata Bagi Rakyat
Angka persentase tidak cukup menjelaskan kondisi pasar kerja. Yang lebih penting adalah bagaimana pertumbuhan ekonomi bisa membuka lapangan kerja berkualitas secara luas, bukan sekadar menunjukkan statistik di atas kertas.






